Upaya peningkatan produksi dan produktivitas padi terus dilakukan melalui
berbagai program pendampingan dan bantuan sarana produksi pertanian. Salah
satunya terlihat dalam kegiatan penyaluran bantuan benih padi Inpari 32
kepada Kelompok Tani Karya Baru I di Kelurahan Kemumu, Kecamatan Arma
Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara.
![]() |
| Kegiatan Penyaluran Benih Inpari 32 di Pos Pnyuluhan Pertanian Kemumu |
Penyerahan benih dilaksanakan di Pos
Penyuluhan Pertanian (Posluhatan) Kemumu dengan melibatkan
penyuluh pertanian Nuryani, SP, pengurus
kelompok tani sebanyak 10 kelompok, serta para
petani penerima manfaat anggota
kelompok. Bantuan benih ini diharapkan menjadi stimulus penting dalam mendukung
musim tanam, sekaligus mendorong petani menggunakan varietas unggul yang telah
teruji adaptif dan berpotensi hasil tinggi.
Kegiatan ini juga menjadi momentum penguatan kelembagaan petani, karena
selain penyerahan benih, dilakukan pula komunikasi dan diskusi singkat mengenai
teknik budidaya yang dianjurkan agar benih yang diberikan dapat menghasilkan
panen optimal.
Karakteristik Padi Inpari 32
Inpari 32 HDB merupakan salah satu varietas padi sawah unggul nasional yang banyak
direkomendasikan karena memiliki sejumlah keunggulan, antara lain:
- Umur tanaman
Termasuk varietas genjah dengan umur panen sekitar 110–115 hari setelah tanam (HST), sehingga cocok untuk mendukung indeks pertanaman yang lebih tinggi. - Tipe tanaman
Tanaman tegak dengan tinggi sedang (±95–105 cm), sehingga relatif tahan rebah, terutama pada pemupukan berimbang. - Ketahanan
terhadap hama dan penyakit
Inpari 32 dikenal tahan terhadap penyakit hawar daun bakteri (HDB) dan cukup toleran terhadap beberapa organisme pengganggu tanaman lainnya, sehingga menurunkan risiko gagal panen. - Kualitas
gabah dan beras
Gabah bernas dengan rendemen beras tinggi. Nasi yang dihasilkan pulen dan disukai konsumen, sehingga memiliki nilai jual yang baik. - Daya
adaptasi
Cocok ditanam pada lahan sawah irigasi teknis maupun setengah teknis, termasuk kondisi agroekosistem seperti di wilayah Arma Jaya.
Potensi Hasil Padi Inpari 32
Dengan penerapan teknologi budidaya yang baik, potensi hasil Inpari 32
dapat mencapai 8–9 ton gabah kering panen (GKP) per hektare. Pada tingkat
petani, hasil realistis berkisar 6–7 ton GKP per hektare, tergantung
pada:
- Kualitas
benih dan persemaian
- Pengelolaan
air
- Ketepatan
pemupukan
- Pengendalian
hama dan penyakit
Potensi hasil yang tinggi inilah yang menjadi alasan utama varietas Inpari
32 dipilih dalam program bantuan benih untuk kelompok tani di Kelurahan Kemumu.
Anjuran Cara Budidaya Padi Inpari
32
Agar bantuan benih memberikan hasil maksimal, petani dianjurkan menerapkan
teknik budidaya sebagai berikut:
1. Persemaian
- Gunakan
benih bersertifikat dan sehat.
- Kebutuhan
benih sekitar 20–25 kg per hektare.
- Persemaian
dilakukan di lahan khusus yang bersih dari gulma dan genangan berlebihan.
- Bibit siap
tanam pada umur 18–21 hari atau memiliki 3–4 helai daun.
2. Pengolahan Lahan
- Lahan
dibajak dan digaru sempurna agar tanah gembur.
- Ratakan
lahan untuk memudahkan pengaturan air dan penanaman seragam.
3. Penanaman
- Gunakan
sistem tanam jajar legowo 2:1 atau 4:1 untuk meningkatkan populasi
tanaman dan efisiensi cahaya.
- Tanam 1–2
bibit per lubang tanam untuk merangsang anakan produktif.
4. Pengelolaan Air
- Pertahankan
kondisi tanah lembab pada awal pertumbuhan.
- Pengairan
berselang (intermittent irrigation) dianjurkan setelah tanaman kuat, guna
meningkatkan efisiensi air dan kesehatan akar.
Anjuran Pemupukan Padi Inpari 32
Pemupukan berimbang menjadi kunci keberhasilan produksi. Secara umum,
anjuran pemupukan per hektare adalah sebagai berikut (disesuaikan dengan
kondisi kesuburan tanah):
- Pupuk dasar
(7–10 HST)
- Urea: 100
kg
- SP-36: 100
kg
- KCl: 50 kg
- Pemupukan
susulan I (21–25 HST)
- Urea: 100
kg
- Pemupukan
susulan II (35–40 HST)
- Urea: 50–75
kg
Apabila tersedia, penggunaan pupuk organik (2–3 ton per hektare)
sangat dianjurkan untuk memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan efisiensi
pupuk anorganik.
Pemupukan sebaiknya disesuaikan dengan rekomendasi penyuluh setempat atau
hasil uji tanah, agar lebih tepat sasaran dan ramah lingkungan.
Harapan dan Dampak Bantuan Benih
Penyaluran bantuan benih Inpari 32 kepada Kelompok Tani di Kelurahan Kemumu
diharapkan mampu:
- Meningkatkan
produktivitas padi sawah
- Menekan
biaya produksi melalui penggunaan benih unggul
- Meningkatkan
pendapatan dan kesejahteraan petani
- Mendukung
ketahanan pangan di Kabupaten Bengkulu Utara
Dengan pendampingan berkelanjutan dari penyuluh pertanian serta penerapan
teknologi budidaya yang dianjurkan, bantuan benih ini tidak hanya menjadi
kegiatan seremonial, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi kemajuan
sektor pertanian di Kecamatan Arma Jaya.

Komentar
Posting Komentar