Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2026

Pengolahan Penuh Tanah Sawah untuk Tanam Padi: Fondasi Utama Produktivitas dan Keberlanjutan Pertanian

Pengolahan tanah sawah merupakan tahapan paling fundamental dalam budidaya padi. Tahap ini sering kali dipandang sebagai pekerjaan awal yang bersifat teknis semata, padahal sesungguhnya pengolahan tanah adalah fondasi utama yang menentukan keberhasilan pertumbuhan tanaman, efisiensi penggunaan air dan pupuk, serta keberlanjutan produktivitas lahan dalam jangka panjang. Pengolahan penuh tanah sawah—yang meliputi pembajakan, penggaruan, perataan, hingga penggenangan—bukan sekadar membalik tanah, tetapi merupakan proses rekayasa ekosistem mikro sawah agar menjadi lingkungan tumbuh yang ideal bagi padi. Dalam konteks pertanian padi di Indonesia, khususnya di daerah-daerah sentra sawah seperti Bengkulu Utara, pengolahan tanah sawah masih memegang peranan sentral. Lahan sawah yang diolah dengan baik akan mampu menekan gulma, memperbaiki struktur tanah, meningkatkan ketersediaan unsur hara, serta menciptakan kondisi fisik tanah yang mendukung pertumbuhan akar padi secara optimal. Oleh karena ...

Anjangsana Petani: Ruang Dialog, Harapan, dan Arah Baru Pembangunan Pertanian

Pagi itu, suasana persawahan Desa Sumber Agung tampak berbeda dari biasanya. Di sela hamparan tanaman yang tumbuh rapi, terjalin pertemuan sederhana namun sarat makna antara petani dan para pendamping pertanian. Kegiatan anjangsana yang dilakukan oleh Korluh BPP Arma Jaya, Nuryani, SP , bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Sumber Agung bukan sekadar kunjungan rutin, melainkan wujud nyata kehadiran negara di tengah denyut kehidupan petani. Dari foto kegiatan tersebut, terpancar suasana dialog yang hangat, setara, dan penuh keterbukaan—sebuah cermin pendekatan pembangunan pertanian yang semakin humanis dan partisipatif. Anjang Sana Petani di Lahan Sumber Agung Anjangsana petani menjadi medium penting untuk mendekatkan kebijakan dengan realitas lapangan. Di sinilah suara petani menemukan ruangnya, dan di sinilah pula kebijakan diuji relevansinya. Kehadiran Korluh dan PPL tidak sekadar membawa program, tetapi juga telinga untuk mendengar, hati untuk memahami, dan pengetahuan un...

Syukuran Swasembada Pangan Beras: Palak Siring Kemumu Menjadi Saksi Sejarah Baru Pertanian Nasional

Palak Siring, Kelurahan Kemumu, Kecamatan Arma Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara, pada Rabu, 7 Januari 2026, menjadi saksi sebuah peristiwa penting dalam perjalanan panjang pertanian Indonesia. Di hamparan lahan terbuka yang sederhana namun sarat makna, ratusan petani berkumpul dalam suasana penuh syukur untuk merayakan tercapainya swasembada pangan beras, sebuah capaian strategis nasional yang terakhir kali dirasakan bangsa ini pada tahun 2008. Tumpeng sebagai wujud syukur Kegiatan Syukuran Swasembada Pangan Beras ini bukan sekadar seremoni. Ia adalah penanda keberhasilan kerja kolektif petani, penyuluh, pemerintah daerah, aparat keamanan, serta kebijakan nasional yang berpihak pada sektor pertanian. Lebih dari 300 orang petani hadir dalam kegiatan tersebut, bersama Dinas Pertanian Kabupaten Bengkul Utara, Camat Arma Jaya, unsur Pol res Bengkulu Utara , Ko dim Kabupaten Bengkulu Utara , perangkat kelurahan, serta pemangku kepentingan sektor pangan lainnya seperti para Koordinator Penyul...