Pendahuluan
Labu air—dikenal sebagai bligo atau kundur—merupakan tanaman
merambat dari keluarga Cucurbitaceae yang mudah dibudidayakan di wilayah tropis
seperti Indonesia. Tanaman ini adaptif, relatif tahan hama, berumur pendek,
serta menghasilkan buah besar dengan permintaan stabil untuk konsumsi rumah
tangga maupun pasar tradisional. Dengan teknik sederhana, labu air dapat
dibudidayakan di pekarangan hingga skala kebun.
![]() |
| Labu Air (Bligo/Kundur) |
Syarat Tumbuh
- Iklim:
Tropis–subtropis; suhu ideal 25–32°C
- Ketinggian: 0–800 mdpl
- Curah hujan: Sedang;
drainase baik
- Tanah: Gembur,
subur, pH 5,5–7,0
- Cahaya: Matahari
penuh (6–8 jam/hari)
Persiapan Benih
- Pilih buah
tua dan sehat; ambil biji dari bagian tengah.
- Cuci bersih,
keringkan di tempat teduh 2–3 hari.
- Rendam benih
6–12 jam untuk mempercepat perkecambahan.
- Semai di
polybag kecil (media tanah : kompos : pasir = 1:1:1) atau langsung tanam
di lahan.
Pengolahan Lahan
- Cangkul
sedalam ±30 cm; buat bedengan lebar 100–120 cm, tinggi 20–30 cm.
- Tambahkan pupuk
kandang matang 10–15 ton/ha (atau 2–3 kg/lubang tanam).
- Jarak tanam
ideal 2 × 2 m atau 2 × 2,5 m.
Penanaman
- Tanam 2–3
benih per lubang, kedalaman 2–3 cm.
- Setelah
tumbuh (7–10 HST), sisakan 1–2 tanaman terbaik.
- Waktu tanam
terbaik awal musim hujan atau tersedia irigasi.
Pemeliharaan Tanaman
1. Penyiraman
- Rutin
pagi/sore pada fase awal; kurangi saat tanaman mapan.
- Hindari
genangan.
2. Pemupukan
- Dasar: Pupuk
kandang/kompos.
- Susulan (opsional):
- Umur 2–3
minggu: NPK seimbang dosis ringan.
- Umur 5–6
minggu: Tambah K untuk pembesaran buah.
3. Ajir & Rambatan
- Pasang ajir
atau para-para setinggi 1,5–2 m agar buah tidak menyentuh tanah,
mengurangi busuk dan serangan hama.
4. Penyiangan & Pemangkasan
- Siangi gulma
tiap 2–3 minggu.
- Pangkas
tunas tak produktif; sisakan cabang utama dan cabang buah.
Pengendalian Hama dan Penyakit
Hama umum: ulat daun, kutu daun, lalat buah
- Kendali:
sanitasi kebun, perangkap lalat buah, insektisida nabati (ekstrak
mimba/serai).
Penyakit: embun tepung, busuk buah
- Kendali:
sirkulasi udara baik, hindari daun terlalu lembap, fungisida nabati bila
perlu.
Pembungaan & Pembuahan
- Tanaman
mulai berbunga umur 30–40 HST.
- Penyerbukan
dibantu serangga; bisa dibantu manual pada pagi hari untuk meningkatkan
keberhasilan.
Panen
- Umur panen 60–90
HST (tergantung varietas dan perawatan).
- Ciri siap
panen: buah besar maksimal, kulit hijau pucat keabu-abuan, tangkai
mengering.
- Panen dengan
pisau/gunting tajam; sisakan tangkai ±3–5 cm.
Pascapanen & Penyimpanan
- Bersihkan
kotoran; simpan di tempat sejuk dan kering.
- Labu air
dapat disimpan 2–4 minggu tanpa pendingin bila kulit utuh.
Potensi Hasil & Peluang Usaha
- Produksi
rata-rata 10–20 kg/tanaman.
- Pasar luas:
sayur segar, olahan (sayur, kolak, jus), hingga produk inovatif (keripik,
manisan).
- Biaya
rendah, cocok untuk urban farming dan ketahanan pangan keluarga.
Penutup
Budidaya labu air (bligo/kundur) adalah pilihan cerdas bagi petani pemula
maupun pekebun rumahan: mudah, murah, dan menguntungkan. Dengan
perawatan sederhana dan pemanfaatan rambatan, tanaman ini mampu menghasilkan
buah berkualitas.

Komentar
Posting Komentar