Langsung ke konten utama

Penyuluhan Teknik Pencabutan dan Pemilihan Bibit Padi oleh Nuryani, SP

 Kegiatan penyuluhan pertanian kembali dilakukan di lahan persemaian padi dengan fokus pada praktik langsung pencabutan bibit padi yang siap ditanam. Penyuluhan ini dipandu oleh Nuryani, SP, yang memberikan pendampingan kepada petani tentang cara memilih dan mencabut bibit padi secara benar agar tidak merusak tanaman dan menghasilkan pertumbuhan optimal di lahan tanam.

Ndaut atau mencabut bibit padi


Dalam kegiatan tersebut, Nuryani, SP menjelaskan bahwa pencabutan bibit padi sebaiknya dilakukan pada pagi hari atau sore hari saat cuaca tidak terlalu panas. Hal ini bertujuan untuk mengurangi stres pada bibit akibat penguapan berlebih. Bibit dicabut secara hati-hati dengan memegang bagian pangkal batang, kemudian diangkat perlahan agar akar tidak putus.

Selain teknik pencabutan, penyuluhan ini menekankan pentingnya pemilihan bibit padi yang berkualitas. Bibit yang baik merupakan faktor awal yang sangat menentukan keberhasilan tanaman padi hingga masa panen. Oleh karena itu, petani perlu selektif sebelum memindahkan bibit ke lahan sawah.

Adapun kriteria bibit padi yang baik antara lain:

  1. Umur bibit ideal, yaitu sekitar 18–25 hari setelah semai, tergantung varietas. Bibit pada umur ini memiliki daya adaptasi yang tinggi setelah dipindahkan.
  2. Batang bibit kokoh dan tegak, tidak terlalu panjang atau etiolasi, sehingga tidak mudah rebah saat ditanam.
  3. Daun berwarna hijau segar, menandakan bibit sehat dan memiliki kandungan klorofil yang baik.
  4. Akar banyak dan kuat, berwarna putih bersih, tidak busuk atau patah, agar cepat tumbuh dan menyerap unsur hara di lahan.
  5. Bebas dari hama dan penyakit, seperti bercak daun, busuk akar, atau serangan serangga sejak di persemaian.


Nuryani, SP juga mengingatkan agar bibit yang telah dicabut segera diikat rapi dan ditata dengan posisi akar di bawah, lalu dijaga kelembapannya sebelum ditanam. Bibit tidak boleh terlalu lama terpapar sinar matahari langsung karena dapat menurunkan daya tumbuh.

Melalui penyuluhan ini, diharapkan petani semakin memahami bahwa keberhasilan budidaya padi tidak hanya ditentukan oleh pemupukan dan pengairan, tetapi juga dimulai dari bibit yang sehat dan berkualitas. Dengan penerapan teknik pencabutan dan pemilihan bibit yang tepat, produktivitas padi dapat meningkat secara optimal.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Syukuran Swasembada Pangan Beras: Palak Siring Kemumu Menjadi Saksi Sejarah Baru Pertanian Nasional

Palak Siring, Kelurahan Kemumu, Kecamatan Arma Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara, pada Rabu, 7 Januari 2026, menjadi saksi sebuah peristiwa penting dalam perjalanan panjang pertanian Indonesia. Di hamparan lahan terbuka yang sederhana namun sarat makna, ratusan petani berkumpul dalam suasana penuh syukur untuk merayakan tercapainya swasembada pangan beras, sebuah capaian strategis nasional yang terakhir kali dirasakan bangsa ini pada tahun 2008. Tumpeng sebagai wujud syukur Kegiatan Syukuran Swasembada Pangan Beras ini bukan sekadar seremoni. Ia adalah penanda keberhasilan kerja kolektif petani, penyuluh, pemerintah daerah, aparat keamanan, serta kebijakan nasional yang berpihak pada sektor pertanian. Lebih dari 300 orang petani hadir dalam kegiatan tersebut, bersama Dinas Pertanian Kabupaten Bengkul Utara, Camat Arma Jaya, unsur Pol res Bengkulu Utara , Ko dim Kabupaten Bengkulu Utara , perangkat kelurahan, serta pemangku kepentingan sektor pangan lainnya seperti para Koordinator Penyul...

Penyaluran Bantuan Benih Padi Inpari 32 untuk Kelompok Tani Kelurahan Kemumu

  Upaya peningkatan produksi dan produktivitas padi terus dilakukan melalui berbagai program pendampingan dan bantuan sarana produksi pertanian. Salah satunya terlihat dalam kegiatan penyaluran bantuan benih padi Inpari 32 kepada Kelompok Tani Karya Baru I di Kelurahan Kemumu, Kecamatan Arma Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara . Kegiatan Penyaluran Benih Inpari 32 di Pos Pnyuluhan Pertanian Kemumu Penyerahan benih dilaksanakan di Pos Penyuluhan Pertanian (Posluhatan) Kemumu dengan melibatkan penyuluh pertanian Nuryani, SP , pengurus kelompok tani sebanyak 10 kelompok , serta para petani penerima manfaat anggota kelompok . Bantuan benih ini diharapkan menjadi stimulus penting dalam mendukung musim tanam, sekaligus mendorong petani menggunakan varietas unggul yang telah teruji adaptif dan berpotensi hasil tinggi. Kegiatan ini juga menjadi momentum penguatan kelembagaan petani, karena selain penyerahan benih, dilakukan pula komunikasi dan diskusi singkat mengenai teknik budidaya ...

Budidaya Penggemukan Sapi Bali di Pedesaan sebagai Penunjang Ekonomi Keluarga dan Usahatani Padi Sawah

  Pendahuluan Sapi Bali merupakan salah satu jenis ternak lokal Indonesia yang memiliki banyak keunggulan untuk dikembangkan di wilayah pedesaan. Kemampuan beradaptasi yang tinggi, kebutuhan pakan yang relatif mudah dipenuhi, serta kualitas daging yang baik menjadikan sapi Bali sebagai pilihan utama petani dalam usaha penggemukan. Di banyak daerah sentra pertanian, usaha penggemukan sapi Bali telah menjadi kegiatan ekonomi yang terintegrasi dengan usahatani padi sawah. Hubungan antara usaha penggemukan sapi dan pertanian padi sawah sangat erat. Jerami padi yang selama ini dianggap limbah dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak, sementara kotoran sapi dapat diolah menjadi pupuk organik untuk meningkatkan kesuburan lahan sawah. Dengan demikian, tercipta sistem pertanian terpadu yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga petani sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Penggemukan sapi Bali merupakan usaha yang relatif mudah dilakukan oleh keluarga petani karena tidak memerluka...